Yogyakarta: Kelompok preman diduga jadi provokator saat demo


Sejumlah orang berpakaian sipil dan memegang senjata tajam berada di barisan polisi saat kericuhan terjadi di Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada 28 Oktober 2026.

Keterangan gambar, Sejumlah orang berpakaian sipil dan memegang senjata tajam berada di dekat barisan polisi saat kericuhan terjadi di Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada 28 Oktober 2026.

Kelompok preman diduga menjadi provokator dalam demonstrasi di Yogyakarta yang berakhir ricuh pada 28 Oktober 2026 lalu. Pengakuan dari lapangan menyebut bahwa mereka membawa senjata tajam. Di Yogyakarta, pengerahan preman untuk meredam demo diduga dilakukan dalam berbagai aksi protes sebelumnya. Bagaimana bisa demikian?

Empat peserta aksi menuturkan kepada BBC News Indonesia mengenai kemunculan massa diduga preman dalam demo 28 Oktober 2026. Mereka menyatakan orang-orang ini terlihat mulai bergerombol sekitar sore hari dan makin intens memasuki malam di depan Gedung DPRD.

Mereka berada di barisan kepolisian serta mengancam para peserta demo.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengklaim tidak mengetahui asal-usul kelompok itu. Dia mendesak kepolisian mengusut tindak-tanduk mereka.

Keterlibatan orang-orang yang dicurigai preman dalam rangka membubarkan demo tidak sebatas dijumpai di 28 Oktober 2026. Seminggu sebelumnya, bertepatan aksi peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kelompok diduga preman turut muncul.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *