Pemerintah berikan insentif Rp1 triliun untuk daerah yang menyukseskan MBG – ‘Banyak keracunan, tapi solusinya sayembara?’


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta capaian kinerja BGN selama 100 hari kerja terakhir di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Keterangan gambar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta capaian kinerja BGN selama 100 hari kerja terakhir di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Strategi pemberian insentif fiskal sebesar Rp1 triliun kepada daerah-daerah yang menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap pakar mengindikasikan bahwa proyek tersebut bermasalah dari segala sisi.

Ahli Kebijakan Kesehatan dari MBG Watch, Isnawati Hidayah, menilai kasus-kasus keracunan akibat MBG tetap akan terjadi meskipun Menteri Dalam Negeri dan Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng pemerintah daerah.

“Karena masalahnya utamanya di internal yang menyediakan makanan, bukan malah melibatkan pemda, itu bukan tupoksi mereka untuk mengawasi MBG,” ucap Isnawati Hidayah kepada BBC News Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjanjikan alokasi anggaran sebesar Rp1 triliun bagi kepala daerah yang paling kreatif menyukseskan program MBG.

Selain itu, Tito juga mengeluarkan Surat Edaran kepada Pemda untuk membentuk Satuan Tugas dalam rangka memperkuat pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *