Jepang kerap jadi tuan rumah ajang kelas dunia, namun mengapa Asian Games begitu kacau?


Seorang pria dan empat perempuan mengenakan jubah berkilau berwarna merah muda keemasan bergaya tradisional berdiri di bawah sorotan lampu panggung yang terang, sambil memegang properti hias berwarna emas sebagai bagian dari pertunjukan pada upacara penutupan Asian Games 2026.

Dari Olimpiade hingga konvensi gim tahunan di Tokyo, Jepang dikenal berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional berskala besar. Namun, Asian Games tahun ini di Nagoya dan wilayah Prefektur Aichi justru diwarnai beragam masalah.

Masalah yang terjadi mulai dari kesalahan diplomatik, kekeliruan dalam layanan transportasi, hingga kekacauan akomodasi. Di kolom komentar media sosial dan forum daring, sejumlah orang menyebutnya sebagai “Asian Games terburuk dalam sejarah” dan menyerukan “penyelidikan menyeluruh”.

Prof Kozo Tomiyama, peneliti ajang olahraga besar dari Universitas Osaka, menilai penyelenggara tidak siap menghadapi berbagai persoalan tak terduga.

“Jika masalah-masalah ini merusak kepercayaan dunia terhadap kemampuan Jepang menyelenggarakan ajang olahraga, dampaknya bisa terasa pada kemampuan Jepang menarik kompetisi internasional di masa depan,” ujarnya.

Wakil Direktur Jenderal Asian Games, Takaaki Omi, mengakui penyelenggara menghadapi berbagai persoalan yang sebelumnya tidak diperkirakan. Namun, dia menegaskan bahwa panitia menerima berbagai masukan dan terus melakukan perbaikan.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *