Karhutla: Pendapatan pedagang UMKM dan ojol merosot di tengah kabut asap


Seorang pedagang keliling tetap berjualan di tengah kabut asap yang melanda Banyuasin, Sumatra Selatan.

Keterangan gambar, Seorang pedagang keliling tetap berjualan di tengah kabut asap yang melanda Banyuasin, Sumatra Selatan.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 11 menit

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya memicu krisis kesehatan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga menggerus penghasilan masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas harian di luar rumah.

Dari pedagang soto di Palangka Raya hingga pengemudi ojek online (ojol) di Pekanbaru dan Banjarmasin, banyak warga mengaku pendapatan mereka tergerus hingga lebih dari setengah biasanya, sementara kesehatan mereka terganggu oleh asap dan biaya hidup terus meningkat.

Banyak keluarga kini kesulitan membayar tagihan rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan pokok yang harganya melonjak.

Dampak ekonomi dari karhutla mendapat sorotan dalam penelitian Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Lembaga itu memperkirakan karhutla telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp29,54 triliun sepanjang Januari-Agustus 2026, termasuk akibat terhambatnya aktivitas perdagangan, pertanian, serta sektor makanan dan minuman.

Riset tersebut menunjukkan dampak karhutla jauh melampaui lahan yang terbakar karena turut menghantam perdagangan, jasa, produktivitas kerja, serta membebani biaya kesehatan masyarakat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *