Kesaksian kapten kapal MT Honour 25 yang disandera perompak Somalia


Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, bersama ibunya

Keterangan gambar, Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, bersama ibunya di rumahnya di Sulawesi Selatan.

Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, menangis ketika mengingat rentetan kejadian dalam penyanderaan oleh gerombolan perompak Somalia.

Ashari yang selamat dari maut setelah disekap bersama 16 rekannya selama lebih dari lima bulan masih dibayangi ketakutan dan trauma.

“Kalau saya dengar suara hentakan, saya kira tembakan. Sampai sekarang itu yang masih terbawa,” kata Ashari saat ditemui di kediamannya yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 8 Oktober lalu.

Ashari dan rekan-rekannya bisa bebas setelah aparat bersenjata Puntland—wilayah semi-otonomi di Somalia—melakukan penyerbuan terhadap para perompak yang membajak kapal MT Honour 25 pada Selasa pagi, 29 September 2026.

Dalam upaya pembebasan itu, lima ABK (anak buah kapal) MT Honour 25 meninggal dan lima orang lainnya mengalami luka tembak.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *