Lebih cepat dari F1 – Mengapa perempuan terus mendominasi balapan ekstrem ini?


Pembalap drag race Top Fuel asal Swedia, Susanne Callin, mengenakan helm balap berwarna hitam dan oranye dengan hanya bagian matanya yang terlihat di balik visor, menatap langsung ke arah kamera; foto diambil di Mantorp, Swedia, pada tahun 2025.

Keterangan gambar, Susanne Callin memenangkan Kejuaraan Top Fuel Eropa pada tahun 2025 dan 2026.

“Seperti ditembakkan dari sebuah meriam” adalah perbandingan paling mendekati yang bisa digunakan Susanne Callin untuk menggambarkan olahraga ekstrem yang digelutinya.

Callin merupakan juara Eropa dua kali di ajang Top Fuel drag racing, yang kerap disebut sebagai olahraga tercepat di dunia.

Balapan dimulai dengan suara gemuruh yang menggetarkan tubuh. Mobil-mobil dengan akselerasi tercepat di dunia melesat meninggalkan garis mula, sementara api menyembur dari knalpot.

Mobil-mobil tersebut bisa melaju hingga lebih dari 480 kilometer per jam, dengan durasi balapan hanya sekitar empat detik. Dalam waktu sesingkat itu, para pembalap mengalami gaya gravitasi (g-force) yang bahkan lebih besar dibandingkan yang dirasakan astronaut saat meluncur ke luar angkasa.

Top Fuel drag racing juga menjadi satu-satunya kelas motorsport elite di mana pembalap perempuan kerap mengalahkan pembalap laki-laki untuk meraih gelar juara bergengsi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *