Pendidikan: Kadet Unhan diduga mundur usai diminta lepas jilbab


Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit Kadet Unhan RI di Lapangan Upacara Kampus Unhan RI, Kawasan IPSC, Sentul. Rabu (06/03/25).

Sumber gambar, Unhan RI

Keterangan gambar, Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit Kadet Unhan RI di Lapangan Upacara Kampus Unhan RI, Kawasan IPSC, Sentul. Rabu (06/03/25).

Seorang mahasiswi diduga mundur sebagai kadet (peserta didik) jurusan kedokteran militer di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan RI). Dalam unggahannya di media sosial, dia mengaku memutuskan keluar karena diminta untuk melepas jilbabnya.

Unggahan itu kini viral, dan telah disukai lebih dari 11.000 kali, serta dibagikan ulang sebanyak hampir 2.500 kali. Postingan itu juga memunculkan beragam respons dari warganet.

Pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan menyebut apa yang dialami kadet itu merupakan bentuk pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan.

“Keyakinan dengan ekspresi damai itu melekat di setiap warga negara. Artinya, simbol-simbol agama yang wajib dan melekat seperti jilbab di Islam, turban di agama Sikh dan lainnya, itu tak boleh dibatas apalagi dihalangi,” kata Thowik dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Senin (24/08).

Senada, pengamat militer Beni Sukadis juga menyebut jilbab bukan jadi alasan bagi seseorang untuk tak dapat mengikuti kegiatan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) di kampus Unhan, maupun institusi pendidikan lainnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *