Gelombang PHK massal menggulung nasib para buruh di Indonesia


Para pekerja Sritex menangis

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Para pekerja Sritex menangis setelah terjadi PHK massal di perusahaan itu, pada Februari 2025.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) diproyeksikan terus bermunculan dalam beberapa waktu ke depan, menurut perwakilan serikat buruh. Angkanya tembus puluhan ribu. Keadaan ini menambah perih situasi ketenagakerjaan di Indonesia sepanjang 2026.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gana Nena Wea. Dia berujar bahwa setidaknya dalam tujuh hingga 10 hari mendatang, akan terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi, Jawa Barat, dipicu kenaikan harga gas industri.

Hitung-hitungan KSPSI menginformasikan angkanya menyentuh lebih dari 50.000 pekerja.

Tidak cuma di Bekasi, ancaman serupa turut ditemukan di Jawa Timur dan Jawa Barat, merujuk keterangan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Kalau dua wilayah itu dijumlah, totalnya di atas 6.000 pekerja.

Said mengklaim faktor pendorongnya adalah kondisi geopolitik global yang melibatkan perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Kecamuk ini, sambungnya, melahirkan “ketidakpastian ekonomi dunia.”



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *