Gandhi Sehat: Album ‘Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)’ ditarik dari pasar, apa alasannya?


Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan membawa poster saat mengikuti aksi Kamisan ke-897 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Aksi Kamisan ke-897 itu mengusung tema Hentikan Kekerasan Terhadap Pers dan Ancaman Pembungkaman Kebebasan Berekspresi.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Keterangan gambar, Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan membawa poster saat mengikuti aksi Kamisan ke-897 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/02).

    • Penulis, Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
    • Melaporkan dari, Jakarta
  • Waktu membaca: 10 menit

Manajemen penyanyi cilik Gandhi Sehat menarik album Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari seluruh layanan streaming musik. Mereka bilang keputusan itu diambil tanpa paksaan dan untuk menghindari kesalahpahaman.

Guru Besar Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menganggap langkah itu merupakan bentuk sensor diri (self censorship), yaitu tindakan menahan diri untuk menghindari konsekuensi negatif seperti intimidasi.

“Padahal lagu ini dinyanyikan seorang anak, syairnya amat sederhana, khas anak-anak. Tapi sekarang itu kondisinya sensitif dan panas kuping. Apa-apa dibilang penghinaan, kebencian dan ada yang berujung teror. Makanya banyak yang memilih sensor diri,” Kata Adrianus, Minggu (15/02).

Pemerhati Polri, Poengky Indarti, berharap penarikan karya itu bukan disebabkan oleh intimidasi. Dia berkata, musik adalah bentuk kebebasan berekspresi.

“Jangan takut mengungkapkan kritik, termasuk pada institusi Polri. Kapolri berkali-kali menyampaikan kepada publik bahwa Polri tidak antikritik dan meminta seluruh anggota Polri agar menerima kritik sebagai upaya untuk berbenah,” kata Poengky.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *